MAKALAH
PENYAKIT JANTUNG
KORONER

Disusun Oleh :
DARIUS DUNDU AHING
SITI MAWADATUL KAIRIAH
FERDINANDUS RIAN
ARY KURNIAWAN
PROGRAM STUDI ILMU
KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU
KESEHATAN
UNIVERSITAS TRIBHUWANA
TUNGGADEWI
MALANG
2017
KATA PENGANTAR
Assalamu Alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.
Puji
syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya
sehingga makalah ”sistem Cardiovaskuler yang berjudul Penyakit Jantung Koroner”
ini dapat selesai tepat waktu.
Dan
kami juga mau mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak yang telah
membimbing dalam mata kuliah ini. Makalah ini masih sangat banyak
kekurangannya. Untuk itu, kami berharap kritik dan saran demi perbaikan makalah
yang akan di buat lagi.
Akhir
kata saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyusun
makalah ini.
Malang, April
2017
Penyusun
DAFTAR ISI
1. Kata
Pengantar
2. Daftar
Isi
3. Bab
I Pendahuluan
1.1 Latar
Belakang
1.2 Rumusan
Masalah
1.3 Tujuan
4. Bab
II Pembahasan
2.1 Defenisi Penyakit Jantung Koroner
2.2 Penyebab, Gejala, dan Diagnosis Penyakit
Jantung Koroner
2.3 Faktor – Faktor Risiko Penyakit Jantung
Koroner
2.4 Cara Pengobatan dan Pencegahan Penyakit
Jantung Koroner
5. Bab
III Penutup
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
6. Daftar
Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Penyakit jantung
koroner merupakan pembunuh nomor satu di negara-negara maju dan dapat juga
terjadi di negara-negara berkembang. Organisasi kesehatan duina (WHO) telah
mengemukakan fakta bahwa penyakit jantung koroner (PJK) merupakan epidemi
modern dan tidak dapat dihindari oleh faktor penuaan. Diperkirakan bahwa jika
insiden PJK mencapai nol maka dapat meningkatkan harapan hidup 3 sampai 9%
(Shivaramakrishna. 2010).
Penyakit Jantung
Koroner pada mulanya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam
pembuluh darah jantung (pembuluh koroner), dan hal ini lama kelamaan diikuti
oleh berbagai proses seperti penimbunan jarinrangan ikat, perkapuran, pembekuan
darah, dll.,yang kesemuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah
tersebut. Hal ini akan mengakibatkan otot jantung di daerah tersebut mengalami
kekurangan aliran darah dan dapat menimbulkan berbagai akibat yang
cukup serius, dari Angina Pectoris (nyeri dada)
sampai Infark Jantung, yang dalam masyarakat di kenal dengan
serangan jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak.
1.2 Rumusan
Masalah
1.3 Tujuan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Defenisi Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung
koroner adalah gangguan yang terjadi pada jantung akibat suplai darah ke
Jantung yang melalui arteri koroner terhambat. Kondisi ini terjadi
karena arteri koroner (pembuluh darah di jantung yang berfungsi menyuplai
makanan dan oksigen bagi sel-sel jantung) tersumbat atau mengalami penyempitan
karena endapan lemak yang menumpuk di dinding arteri (disebut juga dengan
plak). Proses penumpukan lemak di pembuluh arteri ini disebut aterosklerosis
dan bisa terjadi di pembuluh arteri lainnya, tidak hanya pada arteri koroner.
Arteri koroner adalah pembuluh darah di jantung yang berfungsi menyuplai
makanan bagi sel-sel jantung.
Berkurangnya pasokan
darah karena penyempitan arteri koroner menimbulkan rasa nyeri di dada (gejala
ini dikenal dengan istilah angina). Umumnya hal ini terjadi setelah
penderita melakukan aktivitas fisik yang berat atau saat mengalami stress.
Bila arteri koroner tersumbat dan darah sama sekali tidak bisa mengalir ke
jantung, penderita bisa mengalami serangan jantung, dan ini dapat terjadi kapan
saja, bahkan ketika penderitanya dalam keadaan tidur.
Penyakit jantung
koroner menyebabkan kemampuan jantung memompa darah ke seluruh tubuh melemah.
Dan jika darah tidak mengalir secara sempurna ke seluruh tubuh, maka
penderitanya akan merasa sangat lelah, sulit bernafas (paru-paru dipenuhi
cairan), dan timbul bengkak-bengkak di kaki dan persendian.
2.2 Penyebab, Gejala, Dan Diagnosis Penyakit
Jantung Koroner
Penyebab jantung koroner
adalah karena penumpukan zat lemak secara berlebihan di lapisan dinding nadi
pembuluh koroner, yang dipengaruhi oleh pola makan yang kurang sehat. Kecanduan
rokok, hipertensi, kolesterol tinggi juga dapat menjadi penyebab penyakit
jantung koroner.
Makanan mempengaruhi
kadar kolesterol total dan karena itu makanan juga mempengaruhi resiko
terjadinya penyakit arteri koroner. Merubah pola makan (dan bila perlu
mengkonsumsi obat dari dokter) bisa menurunkan kadar kolesterol. Menurunkan
kadar kolesterol total dan kolesterol LDL bisa memperlambat atau mencegah
berkembangnya penyakit arteri koroner.
Menurunkan kadar LDL
sangat besar keuntungannya bagi seseorang yang memiliki faktor resiko berikut:
ü Merokok sigaret
ü Tekanan darah tinggi
ü Kegemukan
ü Malas berolah raga
ü Kadar trigliserida
tinggi
ü Keturunan
ü Steroid pria (androgen).
Penyakit arteri
koroner bisa menyerang semua ras, tetapi angka kejadian paling tinggi ditemukan
pada orang kulit putih. Tetapi ras sendiri tampaknya bukan merupakan faktor
penting dalam gaya hidup seseorang.
ü Pada pria, gejala
jantung pun dapat dilihat dari gangguan fungsi seksual serius dan
kebotakan rambut. Kolesterol dan lemak berlebih dalam tubuh dikaitkan sebagai
faktor pemicu gangguan jantung. Untuk itu, anda perlu mengetahui dan mewaspadai
gejala serangan jantung yang muncul tiba-tiba:
Tiba-tiba sakit di bagian dada dibelakang tulang dada atau seperti sesak dada.
Tiba-tiba sakit di bagian dada dibelakang tulang dada atau seperti sesak dada.
ü Nyeri dada bisa
berulang beberapa menit (20 menit atau lebih).
ü Rasa nyeri bisa berupa
tekanan di bagian dada, dan leher seolah tercekik hingga menyebabkan keluar
keringat dingin.
ü Tiba-tiba pingsan,
namun bisa kembali sadar. Ini terjadi karena ada gangguan irama jantung.
Dokter akan bertanya
tentang riwayat kesehatan pasien penyakit jantung koroner, kemudian melakukan
pemeriksaan fisik dan tes darah rutin. Beberapa pemeriksaan dapat dilakukan
untuk mendeteksi adanya penyakit jantung koroner, antara lain:
ü Elektrokardiografi
(EKG)
Dengan pemeriksaan EKG dapat diketahui kemungkinan adanya
kelainan pada jantung dengan tingkat ketepatan 40%.
ü Echocardiografi
Dengan menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar
jantung. Selama proses ini, dokter dapat menentukan apakah semua bagian dari
dinding jantung berkontribusi biasa dalam aktivitas memompa jantung. Bagian
yang bergerak lemah mungkin telah rusak selama serangan jantung atau menerima
terlalu sedikit oksigen. Ini mungkin menandakan arteri koroner atau berbagai
kondisi lain.
ü Kateterisasi Koroner
Untuk melihat aliran
darah melalui jantung, dokter mungkin mnyuntikkan cairan khusus ke dalam
pembuluh darah (intravena). Hal ini dikenal sebagai angiogram. Cairan
disuntikkan ke dalam arteri jantung melalui pipa panjang, tipis, fleksibel
(kateter) yang dilewati melalui arteri, biasanya di kaki, ke arteri jantung.
Pewarna menandai bintik-bintik penyempitan dan penyumbatan pada gambar sinar-X.
Jika pasien yang
diperiksa memiliki penyumbatan yang membutuhkan perawatan, balon dapat didorong
melalui kateter dan ditiup untuk meningkatkan aliran darah dalam jantung.
2.3 Faktor – faktor Risiko
Penyakit Jantung Koroner
ü Memasuki usia 45 tahun
bagi pria.
ü Sangat penting bagi
kaum pria untuk menyadari kerentanan mereka dan mengambil tindakan positif untuk
mencegah datangnya penyakit jantung.
ü Bagi wanita, memasuki
usia 55 tahun atau mengalami menopause dini (sebagai akibat operasi).
ü Wanita mulai menyusul
pria dalam hal risiko penyakit jantung setelah mengalami menopause.
ü Riwayat penyakit
jantung dalam keluarga.
ü Riwayat serangan
jantung di dalam keluarga sering merupakan akibat dari profil kolesterol yang
tidak normal.
ü Diabetes.
ü Kebanyakan penderita
diabetes meninggal bukanlah karena meningkatnya level gula darah, namun karena
kondisi komplikasi jantung mereka.
ü Merokok.
ü Resiko penyakit
jantung dari merokok setara dengan 100 pon kelebihan berat badan - jadi tidak
mungkin menyamakan keduanya.
ü Tekanan darah tinggi
(hipertensi).
ü Kegemukan (obesitas).
ü Obesitas tengah (perut
buncit) adalah bentuk dari kegemukan. Walaupun semua orang gemuk cenderung
memiliki risiko penyakit jantung, orang dengan obesitas tengah lebih-lebih
lagi.
ü Gaya hidup buruk.
ü Gaya hidup yang buruk
merupakan salah satu akar penyebab penyakit jantung - dan menggantinya dengan
kegiatan fisik merupakan salah satu langkah paling radikal yang dapat diambil.
ü Stress.
ü Banyak penelitian yang
sudah menunjukkan bahwa, bila menghadapi situasi yang tegang, dapat terjadi
arithmias jantung yang membahayakan jiwa.
2.4 Cara Pengobatan Dan Pencegahan Penyakit
Jantung Koroner
Pengobatan penyakit
jantung koroner tergantung jangkauan penyakit dan gejala yang dialami pasien.
ü Perubahan Gaya Hidup
Pola makan sehat dan
seimbang, dengan lebih banyak sayuran atau buah-buahan, penting untuk
melindungi arteri jantung kita. Makanan yang kaya lemak, khususnya lemak jenuh,
dapat mengakibatkan kadar kolesterol tinggi, yang merupakan komponen utama
kumpulan yang berkontribusi terhadap penyempitan arteri jantung.
Olah raga teratur
berperan penting untuk menjaga kesehatan jantung. Olah raga membantu kita untuk
menjadi fit dan membangun system sirkulasi yang kuat. Ini juga membantu kita
menurunkan berat badan. Obesitas biasanya tidak sehat, karena mengakibatkan
insiden hipertensi, diabetes mellitus, dan tingkat lemak tinggi menjadi lebih
tinggi, semua yang dapat merusak arteri jantung.
ü Pengendalian faktor
resiko utama penyakit jantung koroner
Diabetes melitus, merokok,
tingkat kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi adalah empat faktor utama
yang mengakibatkan resiko penyakit jantung koroner lebih tinggi.
Pengendalian keempat factor resiko utama ini
dengan baik melalui perubaha gaya hidup dan/atau obat-obatan dapat membantu
menstabilkan progresi atherosklerosis,dan menurunkan resiko komplikasi seperti
serangan jantung.
ü Terapi Medis
Berbagai obat-obatan
membantu pasien dengan penyakit arteri jantung. Yang paling umum diantaranya:
·
Aspirin / Klopidogrel / Tiklopidin
Obat-obatan ini
mengencerkan darah dan mengurangi kemungkinan gumpalan darah terbentuk pada
ujung arteri jantung menyempit, maka dari itu mengurangi resiko serangan
jantung.
·
Beta-bloker (e.g. Atenolol, Bisoprolol, Karvedilol)
Obatan-obatan ini
membantu untuk mengurangi detak jantung dan tekanan darah, sehingga menurunkan
gejala angina juga melindungi jantung.
·
Nitrates (e.g. Isosorbide Dinitrate)
Obatan-obatan ini
bekerja membuka arteri jantung, dan kemudian meningkatkan aliran darah ke otot
jantung dan mengurangi gejala nyeri dada.
·
Bentuk nitrat bereaksi cepat, Gliseril Trinitrat, umumnya
diberikan berupa tablet atau semprot di bawah lidah, biasa digunakan untuk
penghilang nyeri dada secara cepat.
·
Angiotensin-Converting Enzyme Inhibitors (e.g. Enalapril,
Perindopril) and Angiotensin Receptor Blockers (e.g. Losartan, Valsartan)
Obatan-obatan ini memungkinkan aliran darah ke jantung lebih mudah, dan juga membantu menurunkan tekanan darah.
Obatan-obatan penurun lemak (seperti
Fenofibrat, Simvastatin, Atorvastatin, Rosuvastatin)
Obatan-obatan ini menurunkan kadar kolesterol
‘jahat’ (Lipoprotein Densitas-Rendah), yang merupakan salah satu penyebab umum
untuk penyakit jantung koroner dini atau lanjut. Obat-obatan tersebut merupakan
andalan terapi penyakit jantung koroner.
3. Intervensi Jantung Perkutan
Ini adalah metode
invasif minimal untuk ‘membuka’ arteri jantung yang menyempit. Melalui selubung
plastik ditempatkan dalam arteri baik selangkang atau pergelangan, balon
diantar ke segmen arteri jantung yang menyempit, dimana itu kemudian dikembangkan
untuk membuka penyempitan. Kemudian, tube jala kabel kecil (cincin) disebarkan
untuk membantu menahan arteri terbuka. Cincin baik polos (logam sederhana) atau
memiliki selubung obat (berlapis obat).
Metode ini seringkali menyelamatkan jiwa
pasien dengan serangan jantung akut. Untuk penyakit jantung koroner stabil
penyebab nyeri dada, ini dapat meringankan gejala angina dengan sangat efektif.
Umumnya, pasien dengan penyakit pembuluh darah single atau double mendapat
keuntungan dari metode ini. Dengan penyakit pembuluh darah triple, atau keadaan
fungsi jantung buruk, prosedur bedah dikenal dengan Bedah Bypass Arteri Jantung
sering merupakan alternatif yang baik atau pilihan pengobatan yang lebih baik.
5. Operasi
CABG melibatkan
penanaman arteri atau vena lain dari dinding dada, lengan, atau kaki untuk
membangun rute baru untuk aliran darah langsung ke otot jantung. Ini menyerupai
membangun jalan tol parallel ke jalan yang kecil dan sempit. Ini adalah operasi
yang aman, dengan rata-rata resiko kematian sekitar 2%. Pasien tanpa serangan
jantung sebelumnya dan melakukan CABG sebagai prosedur elektif, resiko dapat
serendah 1 persen.
Operasi biasanya dilakukan melalui sayatan di
tengah dada, ahli bedah memilih untuk melakukan prosedur dengan jantung masih
berdetk, menggunakan alat khusus yang dapat menstabilkan porsi jantung yang
dijahit.
Sebagai tambahan, NHCS
juga mulai melakukan CABG melalui program operasi robotic. Penggunaan
instrument ini sekarang membolehkan operasi untuk dilakukan menggunakan sayatan
kecil keyhole di dinding dada. Metode ini menghasilkan pemulihan lebih cepat,
mengurangi nyeri, dan resiko infeksi luka lebih rendah. Namun, ini sesuai untuk
bypass hanya satu atau dua pembuluh darah.
Untuk pasien dengan
pembuluh darah yang terlalu kecil untuk melakukan CABG, prosedur disebut
Revaskularisasi Transmiokardia juga tersedia di NHCS.
Pada prodesur ini, laser digunakan untuk
membakar banyak lubang kecil pada otot jantung. Beberapa lubang ini berkembang
ke pembuluh darah baru, dan ini membantu mengurangi angina.
5. Pencegahan Penyakit Jantung Koroner
ü Jalani pola hidup
sehat
ü Hindari dan berhenti
merokok
ü Hindari makanan berkolestrol
tinggi agar terhindar dari penyakit jantung koroner
ü Luangkan waktu untuk
berolahraga setiap hari atau menciptakan gerakan-gerakan kecil
ü Istirahat teratur dan
cukup
Dengan menghindari
makanan berkolestrol dan berlemak adalah cara bijak untuk mencegah penyakit
jantung koroner. Sebab lemak dan kolestrol inilah yang nantinya akan menutupi
dinding pembuluh darah arteri yang memasok makanan ke jantung. Ketika anda
telah di diagnosis mengidap penyakit jantung, sebaiknya untuk segera mencari
pengobatan penyakit janntung koroner yang tepat. Dengan menggunakan bahan
herbal seperti jus buah manggis atau produk obat jantung herbal yang banyak di
temukan di toko obat. Dengan menggunakan obat berbahan herbal, tentunya akan
sangat aman dan tanpa efek samping. Selain itu anda juga bisa segera
memeriksakannya ke dokter secara medis.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit
yang menyerang organ jantung. Gejala dan keluhan dari PJK hampir sama dengan
gejala yang dimiliki oleh penyakit jantung secara umum. Penyakit jantung
koroner juga salah satu penyakit yang tidak menular. Kejadian PJK terjadi
karena adanya faktor resiko yang antara lain adalah gaya hidup yang kurang
aktivitas fisik (olahraga), riwayat PJK pada keluarga, merokok, konsumsi
alkohol dan faktor sosial ekonomi lainnya. Penyakit jantung koroner ini dapat
dicegah dengan melakukan pola hidup sehat dan menghindari fakto-faktor
resiko.seperti pola makan yang sehat, menurunkan kolesterol, melakukan
aktivitas fisik dan olehraga secara teratur, menghindari stress kerja.
3.2 Saran
Penyakit Jantung Koroner dapat menyerang
kepada siapa saja, bukan hanya kepada usia lanjut saja, namun pada usia yang
masih sangat muda sekalipun penyakit jantung dapat menyerang. Jadi, apabila
kita tidak ingin terkena penyakit berbahaya ini maka kita harus mualai dengan
berperilaku hidup sehat, dari mulai pola makan yang sehat dan teratur hingga
mulai membiasakan untuk teratur berolahraga dan tidak merokok tentunya.
DAFTAR PUSTAKA
5. http://rumahsejutaide.wordpress.com/2013/05/30/pengobatan-penyakit-jantung-koroner-part-2/#more-1828